UJI GOLONGAN DARAH
1. TUJUAN PERCOBAAN (PRAKTIKUM).
a. Mahasiswa dapat mengenal macam-macam golongan darah.
b. Mahasiswa dapat mengetahui cara penentuan golongan darah.
c. Mahasiswa dapat melakukan uji kualitatif golongan darah.
d. Mahasiswa dapat melakukan uji kualitatif golongan rhesus.
2. DASAR TEORI
Darah adalah jaringan cair yang terdiri dari dua bagian. Bahan interseluler disebut juga plasma dan di dalamnya terdapat unsur-unsur padat seperti sel darah. Volum darah secara keseluruhan kira-kira seperduabelas berat badan atau sekitar 5 liter, 55 persennya adalah cairan, selebihnya (45%) adalah sel darah. Angka ini yang dinyatakan dalam nilai hematokrit atau volum sel darah yang dipadatkan berkisar antara 40 sampai 47.
Golongan Darah
Landsteiner menemukan penggolongan darah menjadi ABO berdasarkan adanya agglutinin dalam darah. Empat golongan utama yang ditemukan adalah:
a. Golongan AB
b. Golongan A
c. Golongan B
d. Golongan O
Selain itu adapula faktor Rhesus (Rh) dalam darah,yang penting diketahui pada bayi yang baru lahir kalau terjadi ketidakcocokan antara darah bayi dan ibunya.
Penentuan rhesus
Rhesus terbagi menjadi dua yaitu positif (+) dan rhesus negative ( ̶ ).Cara menentukan dengan melihat reaksi yang terjadi setelah darah dicampur dengan serum anti rhesus.
a. Rhesus dinyatakan positif ( + ) jika tidak terjadi penggumpalan darah.
b. Rhesus dinyatakan negative ( ̶ ) jika terjadi penggumpalan darah.
Dipandang dari donor darah :
Golongan AB dapat memberi darah pada golongan AB.
Golongan A kepada golongan A dan AB.
Golongan B kepada golongan B dan AB.
Golongan O adalah donor untuk semua golongan.
Resipen
Golongan AB adalah resipien umum.
Golongan A dapat menerima dari golongan A dan O.
Golongan B dapat menerima dari golongan B dan O.
Golongan O dapat menerima dari golongan O.
Sebaliknya transfuse dilakukan dengan golongan darah yang sama dan hanya dalam keadaan terpaksa dapat diberikan donor dari golongan universal.
Dr.Landsteiner dan Donath menemukan aglutinogen (antigen) yang terdapat didalam sel-sel darah merah dan aglutinin (antibodi) yang terdapat dalam plasma darah (serum). Aglutinogen berarti zat yang digumpalkan dan aglutinogan berarti menggumpalkan. Berdasarkan antibodi yang ditemukan tersebut, golongan darah manusia dibagi menjadi empat golongan, sebagai berikut:
Golongan darahmu A apabila:
a. Setelah diberi serum anti A darah mengalami penggumpalan.
b. Setelah diberi serum anti B darah tidak mengalami penggumpalan.
c. Setelah diberi serum anti AB darah mengalami penggumpalan.
Golongan darahmu B apabila:
a. Setelah diberi serum anti A darah tidak mengalami penggumpalan.
b. Setelah diberi serum anti B darah mengalami penggumpalan.
c. Setelah diberi serum anti AB darah mengalami penggumpalan.
Golongan darahmu AB apabila:
a. Setelah diberi serum anti A darah mengalami penggumpalan.
b. Setelah diberi serum anti B darah mengalami penggumpalan.
c. Setelah diberi serum anti AB darah mengalami penggumpalan.
Golongan darahmu O apabila:
a. Setelah diberi serum anti A darah tidak mengalami penggumpalan.
b. Setelah diberi serum anti B darah tidak mengalami penggumpalan.
c. Setelah diberi serum anti AB darah tidak mengalami penggumpalan.
3. ALAT DAN BAHAN
· Alat :
a. Jarum suntik.
b. Deck glass.
c. Pengaduk gelas.
d. kom
· Bahan :
a. Darah salah seorang praktikan.
b. Vial anti A.
c. Vial anti B.
d. Vial O.
e. Rhesus.
f. Kapas.
g. Alcohol.
4. PROSEDUR KERJA.
a. Siapkan tiga buah deck glass.
b. Ambil darah salah seorang praktikan menggunakan jarum suntik sebanyak 3 tetes masing-masing diteteskan pada deck glass. Jangan lupa sebelum dan sesudah mengambil darah kulit yang akan disuntik disterilkan dulu menggunakan kapas yang telah dibasahi alkohol.
c. Deck glass 1: tetesi dengan vial anti A aduk, bila terjadi penggumpalan maka golongan darahnya adalah A.
d. Deck glass 2: tetesi dengan vial anti B aduk, bila terjadi penggumpalan maka golongan darahnya adalah B.
e. Deck glass 3: dengan vial control aduk, bila tidak terjadi penggumpalan maka golongan darahnya adalah O.
f. Bila penggumpalan darah terjadi pada vial anti A dan vial anti B maka golongan darahnya adalah AB.
5. DATA PERCOBAAN.
| No | Jenis kelamin | Anti A | Anti B | kontrol | Anti Rh | keterangan |
| 1. | Perempuan. | + | ̶ | + | + | A |
| 2. | Laki-laki. | ̶ | + | + | ̶ | B |
| 3. | Perempuan. | + | + | + | ̶ | AB |
| 4. | Laki-laki | ̶ | ̶ | ̶ | ̶ | O |
| 5. | Perempuan. | + | ̶ | + | ̶ | A |
| 6. | Laki-laki. | + | ̶ | + | + | A |
| 7. | Laki-laki. | + | ̶ | + | + | A |
Keterangan :
a. Praktikan no.1 : Novi.
b. Praktikan no.2 : Khamim.
c. Praktikan no.3 : Dewi.
d. Praktikan no.4 : Bagas.
e. Praktikan no.5 : Elis.
f. Praktikan no.6 : Aditya.
g. Praktikan no.7 : Bowo
6. PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN.
Dari percobaan diatas dapat diketahui bahwa :
Praktikan 1,5,6 dan 7 bergolongan darah A karena,setelah diberi serum anti A darah mengalami penggumpalan. Setelah diberi serum anti B darah tidak mengalami penggumpalan. Setelah diberi serum anti AB darah mengalami penggumpalan.
Praktikan 2 bergolongan darah B karena,setelah diberi serum anti A darah tidak mengalami penggumpalan. Setelah diberi serum anti B darah mengalami penggumpalan. Setelah diberi serum anti AB darah mengalami penggumpalan.
Praktikan 3 bergolongan darah AB karena,setelah diberi serum anti A darah mengalami penggumpalan. Setelah diberi serum anti B darah mengalami penggumpalan. Setelah diberi serum anti AB darah mengalami penggumpalan.
Praktikan 4 bergolongan darah O karena setelah diberi serum anti A darah tidak mengalami penggumpalan. Setelah diberi serum anti B darah tidak mengalami penggumpalan. Setelah diberi serum anti AB darah tidak mengalami penggumpalan. Dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
| Golongan darah | serum | ||
| Anti A | Anti B | Anti AB | |
| A | + | ̶ | + |
| B | ̶ | + | + |
| AB | + | + | + |
| O | ̶ | ̶ | ̶ |
Keterangan :
a. Tanda (+) berarti terjadi penggumpalan darah (menggumpal).
b. Tanda ( ̶ ) berarti tidak terjadi penggumpalan darah (tidak menggumpal).
Penentuan rhesus
Rhesus terbagi menjadi positif (+) dan negative (˗). Rhesus positif ditandai dengan tidak menggumpalnya darah setelah dicampur dengan serum anti Rh dan sebaliknya rhesus negative ditandai dengan menggumpalnya darah setelah dicampur serum anti Rh.
UJI KOLESTEROL
1. TUJUAN PERCOBAAN (PRAKTIKUM).
a. Mengenal cara uji kolesterol.
b. Melakukan uji kuantitatif kadar kolesterol dalam darah.
2. DASAR TEORI.
Lipid adalah senyawa yang berisi karbon dan hydrogen yang tidak larut dalam air,tetapi larut dalam pelarut organic. Pada manusia lemak netral tersusun dari asam lemak yang membentuk ester dengan gliserol, sejenis alcohol; bagian terbesar dari lemak netral mengandung tiga asam lemak dan diberi nama trigliserida. Jaringan lemak mengandung simpanan trigliserida yang merupakan cadangan lipida yang dapat segera digunakan. Lipida majemuk penting sebagai pembentuk dinding sel; contoh dari lipida majemuk adalah fosfolipid dan glikolipid. Sterol–sterol berfungsi structural dan menjadi sebagian dari hormone dan metabolit-metabolit lain. Contoh sterol yang penting adalah kolesterol. Kolesterol adalah suatu bahan lipid yang terjadi secara alamiah dalam tubuh manusia. Kolesterol membentuk bagian dinding yang melingkari sel tubuh di setiap jaringan dan organ tubuh. Kolesterol juga diperlukan untuk membuat beberapa jenis hormone penting. Bila kadar kolesterol dalam darah meningkat akan cenderung menumpuk pada dindng arteri pembuluh darah. Keadaan itu yang disebut aterosklerosis. Penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah akan menghambat aliran darah sehingga menyebabkan serangan jantung dan perdarahan otak.
3. ALAT DAN BAHAN
· Alat :
a. Kom.
b. Kit asam urat.
· Bahan :
a. Strip kolesterol.
b. Darah dari seorang praktikan/ kelompok.
c. Kapas.
d. Alkohol.
4. PROSEDUR KERJA.
a. Nyalakan kit kolesterol.
b. Sterilkan kulit praktikan yang akan diambil darahnya.
c. Ambil darah teteskan pada strip kolesterol.
d. Tunggu beberapa saat kalau sudah stabil baca kadar kolesterol.
e. Catat dan diskusikan.
5. DATA PERCOBAAN.
| No | Jenis kelamin | Kadar kolesterol | keterangan |
| 1. | Laki-laki | 121 mg/dl. | normal |
| 2. | perempuan | 142 mg/dl. | normal |
Keterangan :
a. Praktikan no.1 : Bagas.
b. Praktikan no.2 : Dewi.
6. PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN.
Uji kolesterol dilakukan dengan cukup mudah yaitu menggunakan kit asam urat yang hasilnya mudah dibaca tetapi harus hati-hati saat menempelkan darah pada strip kolesterol agar hasilnya dapat terbaca dengan benar. Standar normal kadar kolesterol yaitu < 200 mg/dl. Dari hasil uji coba kolesterol pada darah dua orang praktikan didapatkan hasil,praktikan satu (laki-laki) dengan kadar kolesterol 121 mg/dl dan praktikan dua (perempuan) dengan kadar kolesterol 142 mg/dl. Dengan mengacu pada standar yang telah ditetapkan dapat di simpulkan kadar kolesterol dari kedua praktikan masih dalam batas normal.
UJI ASAM URAT
1. TUJUAN PERCOBAAN (PRAKTIKUM).
a. Mengenal dan mengetahui cara uji asam urat.
b. Melakukan uji kuantitatif kadar asam urat dalam darah.
2. DASAR TEORI.
Pada manusia katabolit akhir purin adalah asam urat. Produk purin dari purin nukleosida fosforilase, yaitu guanine dan hipoxantin diubah menjadi asam urat melalui xantin dengan katalis enzim guanase dan xantin oksidase. Xantin oksidase sangat aktif dalam hati, usus halus, dan ginjal. Asam urat dapat dibentuk dari asam nukleat oleh flora bakteri usus. Asam urat diangkut oleh darah ke ginjal dan fungsi renal yang filtrasi, absorpsi, dan sekresi semua berpengaruh pada ekskresi asam urat. Jika intake purin rendah, ekskresi asam urat sehari adalah 0,5 g. Bila intake normal jumlah menjadi 1 g. Bahan makanan yang mengandung banyak purin adalah daging organ dalam, kacang-kacangan, dan ragi. Ekskresi asam urat bukan saja ditentukan oleh aliran darah dalam glomeruli dan proses filtrasi tetapi juga oleh fungsi sel-se epitel. Asam urat sukar larut dalam air. Batu urat mudah terbentuk dalam urin dengan konsentrasi urat tinggi, pasien-pasien yang kadar urat dalam darahnya tinggi menimbun zat itu dalam jaringan lunak, khusus dalam sendi-sendi.
Tingginya produksi asam urat serta efisiensi ekskresi oleh ginjal berpengaruh pada kadar asam urat dalam serum. Produksi asam urat meningkat bila turn over sel-sel secara masal menyebabkan perombakan asam nukleat atau jika metabolism purin abnormal. Ekskresi asam urat menurun pada asidemia, atau kadar laktat serta alcohol tinggi. Diuretika jenis thiazide dan aspirin dalam dosis rendah menyebabkan berkurangnya ekskresi tubular.
3. ALAT DAN BAHAN.
· Alat :
a. Kom.
b. Kit asam urat.
· Bahan :
a. Strip asam urat.
b. Darah dari seorang praktikan/ kelompok.
c. Kapas.
d. Alkohol.
4. PROSEDUR KERJA.
a. Nyalakan kit asam urat.
b. Sterilkan kulit praktikan yang akan diambil darahnya.
c. Ambil darah kemudian teteskan pada strip asam urat.
d. Tunggu beberapa saat kalau sudah stabil baca kadar asam urat.
e. Catat dan diskusikan hasilnya.
5. DATA PERCOBAAN.
| No | Jenis kelamin | Kadar asam urat | keterangan |
| 1. | Laki-laki. | 7,9 mg/dl. | Tidak normal |
| 2. | Laki-laki. | 5,6 mg/dl. | Tidak normal |
| 3. | Perempuan. | 7,9 mg/dl. | Tidak normal |
Keterangan :
a. Praktikan no.1 : Aditya.
b. Praktikan no.2 : Bagas.
c. Praktikan no.3 : Novi.
6. PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN.
Sebelum melakukan perhitungan dan pembahasan perlu diketahui bahwa standar normal kadar asam urat adalah 3-7 mg/dl untuk laki-laki serta 2-6 mg/dl untuk perempuan. Setelah dilakukan praktikum uji asam urat diperoleh hasil bahwa praktikan satu (laki-laki) dan tiga (perempuan) mempunyai kadar asam urat 7,9 mg/dl itu berarti kadar asam urat yang berlebih (tidak normal). Sedangkan praktikan yang kedua (laki-laki) memiliki kadar asam urat 5,6 mg/dl yang berarti masih dalam batas normal.
MENGHITUNG HEMOGLOBIN
1. TUJUAN PERCOBAAN (PRAKTIKUM).
a. Mengenal dan mengetahui cara menghitung hemoglobin.
b. Melakukan uji kuantitatif hemoglobin darah.
2. DASAR TEORI.
Hemoglobin adalah protein yang kaya akan zat besi. Ia memiliki afinitas (daya gabung) terhadap oksigen dan dengan oksigen itu membentuk oksihemoglobil di dalam sel darah merah. Dengan melalui fungsi ini maka oksigen dibawa dari paru-paru ke jaringan-jaringan tubuh.
Menghitung Hemoglobin
Hemoglobin ditemukan dalam sel darah merah bikonkaf dan kombinasinya dengan molekul oksigen yang membentuk campuran tidak stabil oksi-hemoglobin yang berwarna merah cerah. Uji hemoglobin berkaitan dengan uji hematokrit,uji selebihnya untuk mengetahui ada tidaknya ketidakteraturan pada darah. Implikasi uji hemoglobin adalah sinkronisasi dengan jumlah sel darah merah. Jumlah normal sel darah merah adalah 12-16 gram hemoglobin per desiliter darah pada wanita dan 14-18 gram hemoglobin per desiliter darah pada pria. Dalam berbagai bentuk anemi jumlah hemoglobin dalam darah berkurang. Dalam beberapa bentuk anemiparah,kadar itu bisa di bawah 30 persen atau 5 g setiap 100 mL. Karena hemoglobin mengandung besi yang diperlukan untuk bergabung dengan oksigen, maka dapat dimengerti bahwa pasien semacam itu memperlihatkan gejala kekurangan oksigen seperti napas pendek. Ini merupakan salah satu gejala awal anemi kekurangan zat besi.
3. ALAT DAN BAHAN.
· Alat :
a. Kom.
b. Jarum suntik.
· Bahan :
a. Kertas hemoglobin.
b. Darah dari dua orang praktikan/kelompok.
c. Kapas.
d. Alkohol.
4. PROSEDUR KERJA.
a. Sterilkan kulit praktikan yang akan diambil darahnya. Ambil darah dua tetes lalu ratakan pada kertas hemoglobin.
b. Setarakan dengan indikator yang tersedia.
c. Tentukan jumlah hemoglobin.
5. DATA PERCOBAAN.
| No | Jenis kelamin | hemoglobin | keterangan |
| 1. | Laki-laki | 70 mg/dl | Tidak normal |
| 2. | Laki-laki | 70 mg/dl | Tidak normal |
| 3. | Laki-laki | 60 mg/dl | Tidak normal |
| 4. | Laki-laki | 60 mg/dl | Tidak normal |
| 5. | perempuan | 70 mg/dl | Tidak normal |
| 6. | perempuan | 60 mg/dl | Tidak normal |
| 7. | perempuan | 60 mg/dl | Tidak normal |
Keterangan :
a. Praktikan no.1 : Bagas triko.w.
b. Praktikan no.2 : Bowo rasmanto.
c. Praktikan no.3 : Aditya N
d. Praktikan no.4 : Khamim faoji.
e. Praktikan no.5 : Elis.
f. Praktikan no.6 : Dewi.
g. Praktikan no.7 : Novi.
6. PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN.
Pengujian hemoglobin menggunakan indikator kertas hemoglobin harus dilakukan dengan benar-benar teliti karena untuk menentukan kadar hemoglobin yang benar tidaklah mudah. Warna yang tertera dalam kertas indikator hampir sama satu sama lain, sehingga dalam membaca indikator hemoglobin harus teliti. Untuk menentukan bisa dilakukan sendiri,tetapi untuk lebih meyakinkan dapat dilakukan oleh dua orang/lebih agar data yang dihasilkan lebih akurat.
Dari percobaan diatas diketahui bahwa darah dari ketujuh praktikan memiliki kadar hemoglobin 60 mg/dl dan 70 mg/dl. Kadar hemoglobin dari ketujuh praktikan tergolong belum memenuhi standar normal hemoglobin dalam darah (tidak normal). Hal ini dikarenakan standar normal kadar hemoglobin dalam darah seseorang adalah 90-100 mg/dl.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar