Kamis, 19 Mei 2011

uji asam basa


PENGENALAN ASAM DAN BASA


A.    TUJUAN PRAKTIKUM
1.      Mahasiswa dapat mengenal dan membedakan konsumsi yang bersifat asam,basa dan netral.
2.      Mahasiswa dapat mengenal bahan konsumsi berdasarkan pengukuran pH.
3.      Mahasiswa dapat membuat laporan hasil analisis pengolongan bahan konsumsi menjadi asam,basa, dan netral.

B.     DASAR TEORI
Ø  Asam
Adalah Molekul yg mengandung atom-atom hidrogen dan dapat melepaskan ion hidrogen dalam larutan.Suatu zat atau larutan dikatakan asam bila berasa masam, terkena kulit terasa pedih (menyengat). Contoh : asam kuat HCl, asam lemah H2CO3.
Ø  Basa
Adalah ion atau molekul yg dapat menerima ion hydrogen. Zat atau larutan disebut basa bila berasa pahit, terasa licin bila terkena kulit. Contoh :(basa kuat OH- , basa lemah HCO3-).
Ø  Garam
Adalah suatu asam dan suatu basa yang bereaksi membentuk suatu molekul garam dan bercampur dengan molekul air. Contoh : NaOH + HCl _ NaCl + H2O.
Selain definisi yang sudah dijelaskan di atas ada teori lain yang menjelaskan tentang asam dan basa diantaranya :
Ø  Teori asam dan basa Arrhenius
Asam adalah zat yang menghasilkan ion hidrogen dalam larutan.
Contoh :



Basa adalah zat yang menghasilkan ion hidroksida dalam larutan.
Contoh :            
 




Reaksi keseluruhannya :
    H+ + Cl- + NH4+ + OH-           NH4+ + Cl- + H2O
Secara umum :
    asam + basa            garam + air
Konsep asam basa Arrhenius terbatas pada larutan air, sehingga tidak dapat diterapkan pada larutan non-air, fasa gas dan fasa padatan dimana tidak ada H+ dan OH-.

Ø  Teori asam dan basa Bronsted-Lowry
Asam adalah donor proton (ion hidrogen).
Basa adalah akseptor proton (ion hidrogen)



Asam                                                        Basa

Ø  Teori asam dan basa Lewis
Asam adalah senyawa kimia yang bertindak sebagai penerima pasangan elektron.
Basa adalah senyawa kimia yang bertindak sebagai pemberi pasangan elektron.
Contoh:
            Ag+ + 2:NH3          [H3N:Ag:NH3]
            asam    basa
Ø  Definisi asam dan basa menurut Usanovich
Asam adalah senyawa kimia yang bereaksi dengan basa, membentuk kation atau menerima elektron.
Basa adalah senyawa kimia yang bereaksi dengan asam,membentuk anion atau elektron.
Contoh:           Asam : Cl2 + e-           Cl-
Basa : Fe2+          Fe3+ + e-

KEKUATAN ASAM DAN BASA
Ø  Derajat keasaman (pH)
Adalah Konsentrasi ion H+ dalam larutan Rumus pH ditulis sebagai berikut :
pH = - log [H+]
                                               
Untuk air murni pada temperatur 25 °C :
 [H+] = [OH-] = 10-7 mol/L
pH air murni = - log 10-7 =7
Terdapat 3 kategori :
·         Jika pH = 7, maka larutan bersifat netral
·         Jika pH < 7, maka larutan bersifat asam
·         Jika pH > 7, maka larutan bersifat basa
Pada temperatur kamar :        
·         pKw = pH + pOH = 14
Ø  penggolongan kekuatan asam dan basa
Asam kuat      :
·         zat terlarut dalam larutan ini mengion seluruhnya (α = 1).
·         Untuk menyatakan derajat keasamannya, ditentukan langsung dari konsentrasi asamnya dengan melihat valensinya.
Asam lemah   :
·         zat terlarut dalam larutan ini tidak mengion seluruhnya, α ≠ 1, (0 < α < 1).
·         Penentuan besarnya derajat keasaman tidak dapat ditentukan langsung dari konsentrasi asam lemahnya (seperti halnya asam kuat).
·         Perhitungan derajat keasaman dilakukan dengan menghitung konsentrasi [H+] terlebih dahulu dengan rumus :



Ket      :
Ka = konstanta asam.
Ca = konsentrasi asam.
Basa kuat       :
·         Zat terlarut dalam larutan ini mengion seluruhnya (α = 1).
  
·         Pada penentuan derajat keasaman dari larutan basa terlebih dulu dihitung nilai pOH dari konsentrasi basanya.
Basa lemah     :
·         zat terlarut dalam larutan ini tidak mengion seluruhnya, α ≠ 1, (0 < α < 1).
·         Penentuan besarnya konsentrasi OH- tidak dapat ditentukan langsung dari konsentrasi basa lemahnya (seperti halnya basa kuat), akan tetapi harus dihitung dengan menggunakan rumus :

C.     ALAT DAN BAHAN
Bahan  :
1.      Aneka macam bahan konsumsi antara lain : Ciu, Bir, Rokok, Tomat, Telur, Kangkung, Bayam, Cabe, Tempe dan Kopi.
2.      Kertas indikator universal.
3.      Akuades
Alat     :
1.      Tabung reaksi.
2.      Tempat tabung reaksi.
3.      Mortar.
4.      Corong.
5.      Gelas kimia.

D.    PROSEDUR KERJA

1.      Persiapan semua alat dan bahan yang akan digunakan.
2.      Bahan-bahan konsumsi yang berbentuk padatan digerus menggunakan mortar sampai halus,lalu masukkan ke dalam tabung reaksi lalu ditambahkan akuades sampai volumenya ± 5 ml dan ukur pH menggunakan kertas indikator (diamkan/celupkan kertas lakmus ke dalam tabung reaksi selama ± 30 detik) samakan hasil warna pada kertas indiator(lakmus) dengan warna penentu pH dan catat, kemudian beri label pada tabung reaksi.
3.      Bahan-bahan cair dimasukkan ke dalam tabung reaksi sampai volumenya ± 5 ml, dan ukur pH menggunakan kertas indikator (diamkan/celupkan kertas lakmus ke dalam tabung reaksi selama ± 30 detik) samakan hasil warna pada kertas indiator(lakmus) dengan warna penentu pH dan catat, kemudian beri label pada tabung reaksi.
4.      Bersihkan alat yang telah selesai digunakan dan kembalikan ke tempat semula.
5.      Rapihkan tempat praktikum.

E.     DATA PERCOBAAN

No
Jenis
pH
Keterangan
1
Ciu
4
Asam
2
Bir merk bintang zero
4
Asam
3
Rokok
5
Asam
4
Tomat
5
Asam
5
Telur
9
Basa
6
Bayam
6
Asam
7
Cabe
5
Asam
8
Tempe
7
Netral
9
Kopi
7
Netral
10
Kangkung
5
Asam

F.      PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN
Masing- masing kelompok membacakan hasil praktik di depan, di dengarkan oleh pembimbing dan anggota kelompok lain.


PENUTUP

1.      kesimpulan
Setelah melakukan praktikum penyusun menyimpulkan bahwa :
·         Asam adalah Molekul yg mengandung atom-atom hidrogen dan dapat melepaskan ion hidrogen dalam larutan.
Suatu zat atau larutan dikatakan asam bila berasa masam, terkena kulit terasa pedih (menyengat) serta pH < 7. Sedangkan,
·         Basa adalah ion atau molekul yg dapat menerima ion hydrogen.
 Suatu zat atau larutan disebut basa bila berasa pahit, terasa licin bila terkena kulit serta pH > 7.
Semakin rendah nilai pH yang dimiliki suatu zat atau larutan semakin kuat keasaman yang ada pada zat atau larutan tersebut,serta sebaliknya semakin tinggi nilai pH yang dimiliki suatu zat atau larutan maka semakin basa zat atau larutan tersebut.
Asam dan basa merupakan suatu keadaan yang berlawanan tetapi tidak terpisahkan,keduanya saling melengkapi dalam menjaga keseimbangan terutama didalam tubuh manusia.

2.      Daftar pustaka

·         Ida Beta Nursanti, 2010, Panduan Praktikum Biokimia, STIKES Muhammadiyah Gombong, p.p.2-5.
·         http://klikbelajar.com/pelajaran-sekolah/pelajaran-kimia/pengertian-asam-basa-dan-garam/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar